Skip to main content

Seberapa sering perusahaan perlu melakukan pentest agar perusahaan bisa menjaga keamanan sistem secara optimal? Pertanyaan ini kerap muncul ketika suatu perusahaan mulai meningkatkan perlindungan terhadap ancaman siber. Pentest merupakan langkah penting yang perlu ditempuh perusahaan untuk mengidentifikasi kerentanan keamanan di dalam sistem, aplikasi, maupun jaringan mereka.

Perkembangan teknologi pun memaksa setiap perusahaan melakukan evaluasi terhadap keamanan sistem secara berkala. Dengan menggunakan penetration testing, sebuah perusahaan bisa menemukan celah keamanan sebelum pihak tidak bertanggung jawab memanfaatkannya.

Mengapa Pentest Perlu Dilakukan Secara Berkala?

Pentest yang dilakukan secara berkala akan membantu perusahaan memahami kondisi keamanan sistem yang selalu berubah dan berkembang. Jika setiap perubahan seperti pembaruan aplikasi, penambahan fitur, atau perubahan infrastruktur bisa menyebabkan munculnya kerentanan maka perusahaan harus tetap memahami situasinya agar bisa langsung melakukan tindakan pencegahan.

Tidak kalah penting juga bahwa para pelaku ancaman siber terus meningkatkan kemampuan dalam mencari celah dan eksploitasi dari kelemahan keamanan ini. Oleh karena itu, pentest perlu dilakukan bukan sekali dua kali saja.

Dengan adanya uji coba secara berkala maka, perusahaan dapat melakukan evaluasi terkait kelayakan pengamanannya serta mencari tahu kelemahan apa saja yang muncul setelah adanya perubahan sistem tertentu. Pentest ini tentu saja jadi salah satu bagian penting dalam upaya pengelolaan risiko keamanan siber sebuah perusahaan.

Berapa Frekuensi Pentest yang ideal?

Frekuensi pengujian pentest tergantung pada tingkat risiko, kompleksitas sistem, dan kebutuhan keamanan dari tiap perusahaan. Namun, untuk acuan, bisa juga diperhatikan bahwa tiap perusahaan dapat melaksanakan penetration testing setidaknya satu kali dalam setahun.

Jadwal tahunan tidak selalu cocok untuk semua jenis perusahaan. Jika sistem perusahaan memiliki risiko yang sangat tinggi, pengujian harus dilakukan secara berkala.

Pertimbangkan juga pentest tambahan setelah melakukan perubahan signifikan terhadap sistem. Hal ini akan membantu  perusahaan untuk mencari potensi kerentanan sebelum kerentanan tersebut menyebabkan gangguan operasional. Dalam beberapa kasus tertentu, perusahaan harus memprioritaskan penyesuaian waktu pentest sesuai dengan kewajiban regulasi atau standar keamanan.

Faktor yang Mepengaruhi Frekuensi Pentest

1. Tingkat Risiko Keamanan Sistem

Pentest pada sistem berisiko tinggi memerlukan perhatian lebih besar dibandingkan sistem dengan risiko rendah. Misalnya, aplikasi yang memproses transaksi keuangan membutuhkan pengamanan yang sesuai dengan tingkat risikonya.

Oleh karena itu, perusahaan perlu mengevaluasi dampak kerentanan terhadap operasional dan keamanan informasi. Hasil evaluasi tersebut membantu perusahaan menentukan prioritas dan frekuensi penetration testing.

2. Perubahan Aplikasi dan Infrastruktur

Pentest juga merupakan pertimbangan saat perusahaan ingin melakukan perubahan besar pada aplikasinya maupun infrastruktur TI mereka. Tidak menutup kemungkinan hal ini berdampak pada konfigurasi keamanannya, sehingga menimbulkan celah-celah baru.

Misalnya saja, perusahaan memutuskan untuk menambahkan fitur transaksi, memperbarui sistem autentikasi, atau integrasi layanan via API. Perusahaan harus menguji semua komponen tersebut.

3. Kewajiban Regulasi dan Standar Keamanan

 pentest juga membantu perusahaan memenuhi kebutuhan pengujian keamanan sesuai ketentuan yang berlaku. Setiap sektor punya persyaratan khusus dalam hal penanganan risiko atau pengujian keamanan sistem tertentu.

Sebelum menentukan jadwal Penetration Testing, perusahaan harus memahami ketentuan yang berlaku agar bisa menyelaraskan waktu pengujian dengan kebutuhan pengamanannya.

4. Riwayat Kerentanan dan Insiden Keamanan

Pentest dapat menjadi bagian dari proses evaluasi keamanan setelah menemukan kerentanan serius atau mengalami insiden siber. Temuan sebelumnya bisa memberi gambaran tentang area mana saja yang butuhkan pemberitahuan tambahan.

Perusahaan juga bisa menentukan prioritas dalam hal peningkatan dengan melihat hasil pengujian. Dengan demikian, frekuensi pentest bukan hanya ditentukan berdasarkan jadwal tapi juga pertimbangan berkembangnya risiko

Baca Juga: Manfaat Pentest untuk Perusahaan

Apa Risiko Jika Perusahaan Jarang Melakukan Pentest?

Pentest yang terlalu jarang dapat membuat perusahaan terlambat menemukan kerentanan pada sistem. Kondisi ini meningkatkan peluang pelaku ancaman memanfaatkan kelemahan keamanan yang belum teridentifikasi.

Selain itu, perubahan aplikasi tanpa pengujian memadai dapat menimbulkan risiko terhadap kerahasiaan dan integritas data. Akibatnya, perusahaan berpotensi menghadapi gangguan layanan maupun kerugian operasional.

Perusahaan juga dapat mengalami kesulitan mengevaluasi efektivitas kontrol keamanan tanpa hasil pengujian terbaru. Oleh karena itu, pelaksanaan penetration testing secara berkala membantu perusahaan memahami perkembangan risiko keamanan.

Kesimpulan

Perusahaanperlu melakukan pentest secara berkala untuk mengidentifikasi kerentanan dan mengevaluasi efektivitas pengamanan sistem. Namun, setiap perusahaan dapat memiliki kebutuhan frekuensi pengujian yang berbeda.

Pelaksanaan penetration testing tahunan dapat menjadi pertimbangan awal, tetapi perusahaan tetap perlu memperhatikan tingkat risiko. Selain itu, perubahan signifikan pada sistem dapat menjadi alasan untuk melakukan pengujian tambahan.

Dengan menentukan jadwal pentest yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman siber. Oleh karena itu, perusahaan perlu menjadikan penetration testing sebagai bagian dari strategi keamanan informasi yang berkelanjutan.