BUSINESS CONTINUITY PLANING
Seberapa besar risiko yang harus ditanggung perusahaan Anda jika sistem krusial mengalami down?
Amankan Keberlangsungan Operasi Bisnis (Business Resilience) Anda dengan Kerangka Business Continuity Planing Teruji yang Menjamin Pemulihan Layanan Kritis Dalam Hitungan Jam.
"OPERASIONAL LUMPUH" Ancaman Nyata yang Mengakibatkan Hancurnya Kepercayaan Pasar
- Ketergantungan pada satu lokasi, vendor, atau individu untuk menjalankan fungsi kritis.
- Tidak adanya prosedur tertulis yang jelas, membuat tim panik dan trial-and-error saat krisis.
- BCP hanya berfokus pada pemulihan server (TI), mengabaikan pemulihan SDM, logistik, dan rantai pasok.
- Ketidakmampuan untuk memberikan layanan sesuai Service Level Agreement (SLA) saat terjadi disrupsi.
- Studi menunjukkan bahwa sebagian besar bisnis yang mengalami downtime signifikan selama lebih dari 10 hari gagal bertahan dalam 1 tahun.
- Pelanggaran aturan industri yang mewajibkan adanya rencana keberlangsungan, berujung pada sanksi dan kerugian reputasi.
Sekilas tentang Business Continuity Planing (BCP)
Business Continuity Planning (BCP) adalah proses proaktif untuk mengidentifikasi potensi ancaman dan dampak yang dapat ditimbulkan terhadap operasi bisnis. Tujuannya adalah membangun kemampuan untuk merespon insiden dan melanjutkan fungsi bisnis penting pada tingkat yang dapat diterima, segera setelah terjadinya disrupsi.











